Disdik DKI Bicara Soal Baru 30% Orang Tua Izinkan Anak PTM

  • Bagikan
Disdik DKI Bicara Soal Baru 30% Orang Tua Izinkan Anak PTM

Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama pada Rabu (7/4). Kegiatan tersebut memancing antusiasme para siswa. Namun, nyatanya baru 30 persen siswa yang diizinkan PTM oleh orang tuanya.

Kabid Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman, mengatakan angka 30 persen itu diperoleh dari survei langsung di lapangan.

“Berdasarkan kemarin, kan anak-anak yang mau masuk itu sudah didata oleh sekolah, misalnya sekolah ini dan sekian murid. Jadi, kemarin pas hari mau masuk sekolah, kan keliatan langsung [jumlah siswa],” kata Momon kepada kumparan, Kamis (8/4).

Disdik DKI Bicara Soal Baru 30% Orang Tua Izinkan Anak PTM (1)
Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Momon Sulaeman di SDN Cilincing 07 Jakarta Utara, Selasa (17/9). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Menurut Momon, survei tersebut dilakukan di setiap sekolah yang melakukan uji coba PTM secara terbatas tersebut dengan melihat jumlah siswa yang hadir di sekolah.

“Survei dilakukan di semua sekolah yang pilotting. Karena memang [30 persen] berdasarkan kehadiran mereka, begitu. Jadi data riil, bukan secara prediksi,” pungkas Momon.

Disdik DKI Bicara Soal Baru 30% Orang Tua Izinkan Anak PTM (2)
Jakarta Intercultural School (JIS) mulai sekolah tatap muka dengan sistem blended learning. Foto: Jakarta Intercultural School

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa baru 30 persen orang tua yang mengizinkan anak-anaknya untuk hadir ke sekolah.

Ia terus menyerukan kepada para orang tua untuk terus mendukung program ini. Ditambah, uji coba PTM secara terbatas ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, sehingga aman.

Uji coba PTM secara terbatas ini dilaksanakan mulai 7 April hingga 29 April. Kegiatan ini dilakukan di 85 sekolah, dari jenjang SD hingga SMA/SMK, yang tersebar di wilayah-wilayah di DKI Jakarta.

Sumber Kumparan

banner 120x600
  • Bagikan