INACA: Industri Penerbangan Diprediksi Mulai Pulih pada 2022

  • Bagikan
INACA: Industri Penerbangan Diprediksi Mulai Pulih pada 2022

Ilustrasi bandara Foto: Shutter Stock
Industri penerbangan merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Meski terhantam cukup parah, Indonesia National Air Carrier Association (INACA) memprediksi bahwa industri penerbangan akan mulai pulih pada 2022.

Hal itu terungkap dari hasil kajian INACA White Paper yang dilakukan oleh INACA dan Universitas Pajajaran (UNPAD)

“Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, pemulihan sektor penerbangan diprediksi akan mulai membaik pada awal tahun 2022 untuk penerbangan domestik dan akhir tahun 2023 untuk penerbangan internasional,” kata Tim Riset INACA White Paper, yang juga Pakar dan Peneliti Hukum Penerbangan dan Pembiayaan Pesawat Udara UNPAD, Prita Amalia, seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (16/4).

Ilustrasi wisatawan di bandara Foto: Dok. Pegipegi

Prita menjelaskan bahwa untuk merumuskan INACA White Paper, pihaknya telah melakukan sejumlah kajian untuk proyeksi pemulihan sektor penerbangan.

Di antaranya melalui aspek kesehatan terkait pengaturan vaksin dan pendistribusiannya, lalu aspek stimulus ekonomi terkait dukungan Pemerintah untuk sektor transportasi udara dan aspek yang terakhir dari aspek kebijakan yang hal ini terkait regulasi pembatasan pergerakan orang dan regulasi yang berkaitan dengan kapasitas penerbangan.

Prita juga menegaskan bahwa bangkitnya sektor transportasi di Indonesia merupakan tanda bangkitnya perekonomian Indonesia.

Ilustrasi pesawat Foto: shutter stock

Karenanya, vaksinasi merupakan game changer pemulihan sektor penerbangan di Indonesia, sehingga diperlukan adanya kebijakan atau regulasi untuk mengakselerasi program vaksinasi sehingga herd immunity masyarakat bisa segera terbentuk dan terciptanya aktivitas masyarakat yang juga dapat mendukung sektor penerbangan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan dukungan Pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi sebagai strategi pemulihan sektor penerbangan, seperti bantuan fiskal untuk pengurangan beban operasional,” katanya.

Pemulihan Industri Penerbangan Indonesia

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menjelaskan bahwa kajian INACA White Paper berupa proyeksi pemulihan industri penerbangan, berdasarkan hasil pembahasan dengan pihak eksternal melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang telah diselenggarakan pada bulan Februari hingga April 2021.

Hal ini juga didasari bahwa industri penerbangan merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus COVID-19.

Kondisi antrean rapid test antigen di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok. Angkasa Pura II

“Kita ketahui bersama bahwa kinerja pada tahun 2020 merosot sangat tajam dibanding tahun 2019. Seperti traffic movement turun 43 persen dari 2,1 juta menjadi 1,2 juta, lalu penumpang turun 70 persen dari 91,6 juta menjadi 35,4 juta, disusul, angkutan kargo turun 65 persen dari 1,1 juta menjadi 429 ribu ton. Dan juga pada sektor pariwisata, wisman turun 71 persen dari 16 juta menjadi 4,6 juta wisman,” katanya.

Karenanya, kata Denon, melalui INACA White Paper ini, di samping memberikan gambaran sekaligus langkah yang tepat untuk membangkitkan kembali sektor penerbangan, pihaknya juga memberikan informasi terkait aspek-aspek kekuatan dan peluang apa saja yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan dan pemulihan industri.

“Kajian ini nantinya diharapkan dapat membantu para pengambil keputusan, pemerintah dan maskapai penerbangan, serta para stakeholder penerbangan lainnya, dalam menyusun berbagai strategi dan intervensi untuk memulihkan sektor penerbangan selama dan pasca pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya pada webinar ‘Aviation Recovery Projections’ mengapresiasi INACA dan UNPAD yang telah memberikan gambaran terkait pemulihan industri penerbangan. Ia juga mengatakan hal ini dapat menjadi acuan bagi semua pihak untuk menyongsong kenormalan baru.

“Kita ketahui bahwa sebelum pandemi COVID-19 terjadi sektor penerbangan di Tanah Air sangatlah maju pesat, namun sekitar Maret 2020 lalu perlahan-lahan terjadi penurunan penumpang yang cukup drastis. Akan tetapi kita optimis, seiring upaya pemulihan melalui pemberian vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka transportasi udara akan segara kembali seperti sediakala,” kata Budi.

Ilustrasi landasan pacu bandara. Foto: Shutter Stock

Ia juga mengajak seluruh unsur sektor transportasi udara dapat beradaptasi dengan aktivitas baru hal ini guna mencegah penularan kembali virus corona.

“Saya juga meminta INACA tidak hanya meningkatkan kolaborasi dengan regulator transportasi di dalam negeri, namun saya harapkan dapat bekerjasama dengan organisasi global seperti ICAO atau dengan IATA dengan memfokuskan kerja sama pada pengembangan protokol kesehatan sehingga hal ini dapat membangkitkan bisnis sektor penerbangan dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Budi.

Seperti diketahui, Industri Penerbangan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari Pandemi COVID-19. Data International Civil Aviation Organization (ICAO) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 telah terjadi penurunan jumlah penumpang sejumlah 59-60 persen.

Data senada juga disampaikan oleh The International Air Transport Association (IATA), yang menyatakan maskapai mengalami penurunan pendapatan sebesar 54,7 persen pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.

Sumber Kumparan

banner 120x600
  • Bagikan