Mengenal Metode Flighting di Iklan. Jawaban di Balik Kenapa Iklan Marjan Selalu Gencar di Bulan Ramadan

  • Bagikan
Hipwee

Iklan menjadi salah satu sarana yang cukup efektif untuk mengenalkan produk yang kita miliki pada khalayak, apalagi kalau pasang iklannya di televisi. Rasanya bisa dijadikan jaminan kalau produk yang tayang di sana biasanya memiliki kualitas dan mutu yang terpercaya. Makanya nggak heran kalau harga pasang iklan di televisi ini biasanya juga mahal apalagi kalau di jam-jam prime time.

Melihat hal tersebut, beberapa brand memilih untuk memaksimalkan bujet mereka dengan memasang iklan di waktu tertentu saja di mana produk mereka paling dibutuhkan, istilah untuk fenomena ini adalah metode flighting. Kita simak yuk penjelasan selengkapnya!

Metode flighting adalah menampilkan iklan hanya pada saat-saat tertentu saja, tapi produknya tetap bisa dibeli sepanjang waktu

Metode atau strategi flighting ini dilakukan oleh pihak perusahaan yang ingin memasang iklan di suatu periode waktu dan tidak memasangnya di periode yang lain. Pemasang iklan biasanya akan memilih waktu yang paling optimal di mana biasanya produk tersebut paling dicari, sedangkan ketika kebutuhan terhadap jenis produk yang ditawarkan biasa-biasa saja maka iklan tidak dipasang atau disebut dengan masa hiatus.

Dengan metode flighting, alokasi dana untuk untuk iklan bisa digunakan untuk memperoleh eksposur maksimal selama periode yang pas. Pasalnya, seperti yang mungkin kamu ketahui, biaya untuk memasang iklan apalagi di televisi tergolong mahal, bahkan sampai ratusan juta. Mungkin ada juga yang berpikir bahwa di momen khusus biaya iklan juga akan semakin tinggi, namun hal tersebut biasanya setimpal dengan hasil penjualan yang didapatkan.

Jika masih memiliki gambaran yang samar-samar maka ada beberapa contoh yang bisa lebih menjelaskan, salah satunya iklan Marjan

Sudah masuk bulan puasa kalau iklan di televisi isinya Marjan.

Mungkin kamu sudah sering mendengar kalimat tersebut setiap tahun. Iklan yang ditayangkan Marjan secara gencar di bulan Ramadan merupakan salah satu contoh dari metode flighting. Mereka akan mengincar masa-masa ini karena biasanya kebutuhan sirup di bulan Ramadan akan cenderung naik, entah untuk membuat hidangan buka puasa atau jika sudah mendekati lebaran maka biasanya digunakan sebagai isi parsel. Dengan memasang iklan dan dipadukan dengan strategi lainnya, maka Marjan akan lebih menonjol daripada sirup-sirup serupa yang mungkin tak memasang iklan atau justru sudah sering memasangnya.

Contoh lain misalnya adalah ketika mengiklankan tempat-tempat pariwisata untuk berlibur. Biasanya mereka hanya akan memasang iklan di waktu-waktu saat akan memasuki liburan saja. Hal ini bisa menarik perhatian mereka yang masih bingung akan menghabiskan liburannya di mana.

Meskipun biasanya iklan dipasang di televisi namun seiring berkembangnya internet, iklan ini jadi makin beragam bentuknya

Strategi flighting ternyata nggak cuma berlaku di televisi saja lo. Kalau diperhatikan, ada juga iklan-iklan yang dipasang di radio, YouTube, atau media lainnya di internet di musim-musim tertentu juga. Misalnya biskuit Khong Guan atau Ramayana yang membuat iklan dengan tema lebaran yang dipasang di YouTube. Biasanya perusahaan akan memaksimalkan bujet untuk iklan ini sehingga memiliki kualitas yang lebih bagus daripada iklan yang biasanya.

Walau hanya dipasang selama beberapa waktu saja namun jika eksekusinya tepat maka pengaruh terhadap penjualan bisa sampai sepanjang waktu. Lagipula, ada juga strategi-strategi untuk mengenalkan produk lainnya selain hanya melalui iklan yang bisa dimanfaatkan.

Sekarang rasa penasaran kamu terjawab kan, kenapa iklan tertentu lebih gencar di musim liburan begini~ 😀

Sumber Hipwee

banner 120x600
  • Bagikan