Review Huawei MateBook X Pro (2021)

  • Bagikan
Review Huawei MateBook X Pro (2021)

Melalui MateBook X Pro 2021, Huawei menawarkan sebuah laptop yang lebih bertenaga meski memiliki body yang masih sama seperti pendahulunya.

Huawei kembali membawa jajaran laptop terbaru mereka ke Indonesia. Tahun lalu, tim Tek.id sempat mengulas salah satu laptop andalan mereka, yakni MateBook X Pro, yang kami sebut sebagai alternatif MacBook Air dengan OS Windows.

Pada kesempatan kali ini, kami kembali dipinjamkan kembali salah satu laptop andalan mereka, yakni MateBook X Pro generasi terbaru. Apa saja yang tawarkan oleh Huawei dalam pembaruan ini?

Desain masih kece, fitur minim perubahan

Secara desain, tidak ada perubahan yang berarti dari Matebook X Pro generasi terbaru. Namun ini bukan sebuah hal yang buruk. Sebab, memang desain dari awal sudah memiliki bahasa desain yang sangat apik.

Huawei masih menggunakan material logam untuk struktur terluar dari laptop ini, yang membuatnya sangat kokoh. Desain untuk masuk dan keluarnya udara juga masih sama. Terdapat dua lubang yang cukup besar di kedua sisi tengah dari laptop ini, dimana dengan cukup menakjubkan dapat mendinginkan laptop ini.

Ketebalan dari laptop ini juga masih mengesankan. Mereka berhasil mempertahankan ketipisan di angka 14,6 mm. Meski bukan yang tertipis, namun tetap saja ketebalan ini membuat MateBook X Pro jadi salah satu laptop yang sangat tipis.

Sudah gitu, bobot dari laptop ini hanya 1,33 kg, yang membuat laptop ini tak terasa saat masuk ke tas. Dan dikarenakan ukurannya yang hanya 21,7 x 30,4 cm, laptop ini dapat masuk ke tas dengan ukuran yang cukup kecil.

Tak ketinggalan, berbagai fitur dari MateBook X Pro 2020 juga hadir di MateBook X Pro generasi terbaru. Salah satunya adalah hadirnya pemindai sidik jari yang menyatu dengan tombol power.

Hal menarik lainnya dari laptop ini adalah sensornya memiliki memory, dimana laptop ini dapat menyimpan pembacaan sidik jari saat pertama kali pengguna menyalakan laptopnya. Jadi saat laptop dinyalakan, pengguna akan otomatis masuk jika mereka sudah mendaftarkan jari mereka terlebih dahulu.

Terdapat juga sebuah speaker yang mengarah ke atas dimana menurut kami merupakan lokasi paling ideal dalam menempatkan speaker. Jadi pengguna akan mendapatkan pengalaman audio yang sangat baik.

Pengguna juga akan masih mendapatkan sebuah kamera pop-up yang terletak di antara tombol F6 dan F7. Ini merupakan salah satu fitur keamanan yang disematkan Huawei agar mereka tidak dapat diintip saat laptop mereka diserang peretas.

Dan terakhir adalah I/O yang bisa dibilang cukup terbatas. Di sisi kanan terdapat satu USB 3.0 Type A. Sedangkan di bagian kiri terdapat dua buah USB Type-C yang dimana dapat digunakan untuk pengisian daya serta sebuah audio jack 3,5mm.

Pengalaman penggunaan yang ditingkatkan

Meski minim upgrade dari sisi desain dan fitur, namun kami merasakan banyak peningkatan dari sisi pengalaman penggunaan. Salah satunya adalah engsel layar yang lebih kokoh dari generasi sebelumnya.

Kami dapat dengan lebih mudah mengangkat layar dari laptop ini dari kondisi tertutup ke terbuka hanya menggunakan satu jari. Selain itu, kami pun tak perlu menggunakan tangan lain untuk menahan laptop ini agar tidak terangkat saat membuka layarnya.

Meski demikian, Huawei tetap tidak memberikan engsel yang dapat dibuka 180 derajat. Tapi hal ini memang masih kami maklumi dikarenakan engsel dari laptop ini memang benar-benar nyaman untuk digunakan.

Ukuran trackpad yang ada di laptop ini juga masih yang terbesar diantara laptop berbasis Windows lainnya. Selain itu, trackpad ini memiliki tingkat sensitivitas yang sangat baik sehingga saya tak perlu lagi membawa mouse kemana-mana.

Peningkatan yang paling terasa adalah di bagian keyboardnya. Bukan berarti MateBook X Pro tahun lalu tidak memberikan pengalaman mengetik yang baik, namun Huawei dapat meningkatkan pengalaman mengetik dari MateBook X Pro generasi terbaru ini.

Key travel-nya terasa lebih baik, begitu juga sensasi tactile-nya. Hal ini membuat pengalaman mengetik kami lebih nyaman disamping dapat meregister dengan baik saat kami mengetik dengan sangat cepat.

Jika kalian memiliki smartphone Huawei, mereka juga masih memiliki fitur Huawei Share. Fitur ini dapat menghubungkan smartphone dengan laptop, dimana pengguna akan mendapatkan duplikasi layar smartphone sembari dapat mengontrol semuanya menggunakan laptop.

Terakhir, pengalaman penggunaan kameranya masih sama dengan pendahulunya. Saat mengambil foto atau melakukan video call, angle kamera kita cukup aneh karena mengarah dari bawah ke atas. Jadi, kita seakan tidak menatap langsung orang yang kita ajak berbicara.

Oh iya, kameranya menggunakan kamera dengan resolusi 1MP, namun memiliki kualitas yang cukup baik. Sedangkan untuk video, kalian hanya dapat merekam video 720p 30fps yang cukup standar.

Sumber Tek.id

banner 120x600
  • Bagikan