Tentang Membesarkan Anak Introver yang Banyak Tantangannya. Harus Ekstra Sabar dan Peka!

  • Bagikan
Tentang Membesarkan Anak Introver yang Banyak Tantangannya. Harus Ekstra Sabar dan Peka!

Berbeda dengan anak dengan kepribadian ekstrover, anak introver justru lebih senang menikmati kesendirian. Lantaran karakternya yang cenderung tertutup, tipe anak introver kerap bikin orangtua kesulitan memahaminya. Apalagi anak introver tak luput dari sasaran stigma negatif. Misalnya, anak introver sering dianggap antisosial karena nggak mudah bergaul dengan orang. Alhasil tipe anak introver dinilai nggak bakal sukses seperti anak ekstrover yang lebih mudah berkomunikasi.

Karena anak introver sering disalahpahami, nggak sedikit orangtua lupa kalau setiap anak memamg terlahir unik. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda dengan pola pengasuhan yang seharusnya memang tak sama. Perbedaan itu bukanlah hal buruk. Sebaliknya, justru menjadi nilai plus tersendiri bagi sang anak. Asalkan diasuh dengan cara yang tepat, anak introver akan tumbuh menjadi pribadi yang hebat. Berikut ini adalah pola asuh anak introver yang bisa Moms dan Dads sontek.

Kenali dulu karakter anak introver sebelum Moms dan Dads menerapkan pola asuh yang tepat

Kenali karakter anak introver | Photo by Pezibear via pixabay.com

Anak dengan kepribadian introver mempunyai beberapa karakter yang khas. Karakter ini membuat anak introver berbeda dengan anak ekstrover. Umumnya, anak introver memiliki kemampuan observasi yang tinggi dan kuat. Sebelum melakukan sesuatu, ia akan mengamati terlebih dahulu. Selain itu, anak introver memiliki tingkat fokus yaang tinggi terhadap apa pun yang disukai. Tak heran kalau anak dengan tipe ini akan terlihat sangat bergairah ketika melakukan kegemarannya.

Moms dan Dads perlu tahu, anak introver bukanlah tipe pemalu. Jika Moms dan Dads masih berpikir anak introver antisosial, sebaiknya buang jauh-jauh anggapan itu. Anak introver menyukai kesendirian karena dengan cara itu mereka memulihkan energi. Berbeda dengan anak ekstrover yang mendapatkan energi melalui interaksi sosial, ya. Anak introver bisa bergaul dengan orang lain, tapi intensitasnya memang tidak sering seperti anak esktrover.

Karena perlu ruang untuk menyendiri, biarkan anak menikmati waktu pribadi. Jangan paksa anak untuk berbicara

Biarkan anak sendiri | Photo by Arek Socha via pixabay.com

Kalau anak Moms dan Dads memiliki tipe introver, ada baiknya beri waktu ia untuk sendiri. Anak introver menyukai kesendirian karena cara itu dapat membantunya mengisi ulang energi. Ketika anak lain senang menceritakan hari-harinya, anak introver cenderung memilih waktu sendirian di kamar sembari merenungkan apa yang telah dijalani selama seharian penuh. Alih-alih memaksanya untuk bercerita, Moms dan Dads cukup memberinya ruang untuk beristirahat. Tunggu sampai ia siap untuk membagi cerita.

Sesekali tawarkan bantuan, agar anak introver keluar dari zona nyaman. Namun sekali lagi, jangan memaksa, ya

Anak introver mencoba keluar zona nyaman | Photo by charamelody via www.flickr.com

Bagi anak introver, kesendirian adalah zona nyaman. Zona ini perlu disikapi dengan bijak anak tidak terkungkung di dalamnnya dan justru nggak berkembang. Nah, untuk membantu anak sesekali keluar dari zona nyaman, tawarkan bantuan. Tawaran ini sifatnya bukan untuk mengubah anak introver, ya. Tujuannya sekadar membantu anak untuk lebih terbuka dengan lingkungan sosialnya. Supaya anak merasa semangat, ucapkan pujian setelah ia berhasil menjalin interaksi dengan orang lain.

Membangun percakapan bisa jadi hal sulit untuk anak introver, jadi beri kesempatan ia untuk memulainya

Beri anak waktu untuk mulai berinteraksi | Photo by Hai Nguyen Tien via pixabay.com

Mempunyai sifat yang lebih waswas dengan orang dan lingkungan baru, anak introver akan tampak diam. Bahkan sikap diamnya bisa disalahartikan sebagai sikap tak bersahabat. Padahal ia memang butuh waktu untuk masuk ke lingkungan baru. Sehingga membangun percakapan dengan orang lain akan terasa sulit untuk anak introver. Moms dan Dads hanya perlu memberikan waktu, sehingga anak menemukan caranya sendiri untuk memulai pembicaraan. Misal pun anak tetap enggan, beri ia waktu lebih lama. Terpenting, jangan memaksanya.

Mungkin Moms dan Dads bisa mengatakan, “Nggak apa-apa kalau belum ingin bergabung dengan mereka. pelan-pelan saja.” Kalimat ini akan sangat bermakna untuk anak introver. Selain bisa menumbuhkan percaya diri, kalimat itu membuat anak merasa dimengerti. Secara nggak langsung, anak pun belajar untuk memahami perasaannya sendiri.

Memiliki sensitivitas yang cukup tinggi, sebaiknya anak introver tidak ditekan atau disalahkan dengan cara yang ‘kasar’

Jangan menyalahkan anak | Photo by Pxhere via pxhere.com

Anak introver bisa dibilang cukup sensitif. Ada kalanya Moms dan Dads tidak senang karakternya yang lebih tertutup. Namun, usahakan nggak menekan dan menyalahkannya. Apalagi memarahinya di depan umum. Lantaran sensitivitasnya itu, anak introver akan memikirkan kemarahan dengan mendalam. Tunjukkan sikap suportif agar anak merasa dicintai dan tidak merasa berbeda.

Belajar memahami anak introver tanpa banyak bicara. Di sini, kesabaran Moms dan Dads akan banyak ditempa

Pahami tanpa banyak bicara | Photo by Pixnio

Ketika tengah dirundung masalah, anak introver akan cenderung memendamnya sendiri. Ia tak mengekspresikan perasaan. Bahkan saat senang pun, ia cukup sulit menunjukkannya kepada orang sekitar. Menghadapi anak introver yang tertutup soal perasaan, Moms dan Dads harus belajar memahaminya tanpa banyak bicara atau banyak bertanya. ketenangan dan keamanan adalah hal utama. Jadi, berikan rasa tenang dan aman. Kemudian, tunggu anak bercerita bila memang sudah merasa siap.

Itu dia beberapa tips pola asuh untuk anak introver. Sebenarnya tidak ada anak yang lebih baik atau lebih buruk, semua anak memiliki keunikann dan potensinya masing-masing. Jadi, tergantung bagaimana Moms dan Dads sebagai orangtua memaksimalkan potensi yang ada dalam diri anak.

Sumber Hipwee

banner 120x600
  • Bagikan