Tips menghindari Zoom-anxiety

  • Bagikan
Tips menghindari Zoom-anxiety

Penggunaan layanan video konferensi yang kini dilakukan tiap hari melahirkan sebuah kecemasan yang disebut Zoom-anxiety. Berikut beberapa tips untuk terhindar dari masalah psikologis ini.

Layanan obrolan video dan konferensi seperti Zoom, meledak selama setahun terakhir dikarenakan pandemi yang mengharuskan orang-orang melakukan aktivitasnya di rumah. Terlepas dari masalah teknis, sebuah penelitian menunjukkan adanya kecemasan yang ditimbulkan dari tren baru ini, mereka menyebutnya sebagai Zoom-anxiety.

Kata Zoom di sini pastinya hanya sebagai perwakilan dari layanan video konferensi lainnya. Google Meet, Skype, Microsoft Teams, dan lainnya juga bisa membuahkan dampak yang sama. Survei yang dilakukan pada November 2020 lalu menunjukkan sebanyak 2.000 pekerja rumahan mengalami Zoom-anxiety.

Survei juga menunjukkan, kecemasan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah teknologi dan audio yang tidak dapat diperbaiki sendiri, tidak bisa membaca bahasa tubuh orang, merasa seperti tidak didengarkan, harus mempersiapkan penampilan untuk menerima panggilan kapanpun, mengkhawatirkan latar belakang tidak profesional, dan dibicarakan.

Terlepas dari kehadiran vaksin yang memberikan peluang untuk kembali beraktivitas normal, beberapa perusahaan memilih untuk tetap mempertahankan kerja di rumah karena dirasa lebih efektif. Dengan begitu, Anda harus lebih mempersiapkan diri dan mental untuk menghadapi kenyataan ini. 

Tapi jangan khawatir, kami memiliki tips dan solusi untuk menghindari atau mengurangi Zoom-anxiety.

Setelah masuk dalam panggilan dan memastikan berada dalam bingkai, klik kanan pada video Anda untuk menampilkan menu. Pilih “Hide My Self” agar Anda tidak bisa melihat video sendiri, tetapi orang lain masih bisa melihat. Ini akan memberikan efek psikologis positif yang kuat.

“Bagi Saya, pandangan diri adalah yang paling mengganggu,” kata Jeremy Bailenson, direktur pendiri Virtual Human Interaction Lab, Universitas Stanford, yang baru-baru ini menerbitkan sebuah studi tentang Zoom fatigue. “Belum pernah orang menatap diri sendiri begitu lama setiap hari. Hal ini menambah stres secara sadar – orang mengkhawatirkan penampilan, dandanan, dan lain-lain.”

Pelindung kamera dapat membuat Anda merasa lebih aman karena apabila kamera tidak sengaja diaktifkan, diri Anda tidak akan terlihat karena pandangan kamera terhalang. 

Jika Anda hendak mengadakan rapat, pertimbangkan apakah itu memerlukan video atau bisa hanya berupa panggilan telepon. Dengan demikian, Anda bisa melakukan kegiatan yang lain atau mencari posisi ternyaman selama rapat berlangsung.

  • Bersikap terbuka dengan atasan atau pemimpin rapat

Penting bagi seseorang untuk mengemukakan pendapatnya. Jika Anda merasa sulit untuk mengungkapkan di tempat umum, Anda bisa mengatakannya personal ke manajer atau pemimpin rapat dan memberitahu mereka kalau Anda tidak dalam posisi untuk bicara, tetapi ingin tetap berpartisipasi. 

Atau, Anda mungkin bisa menyarankan agar setiap rapat melalui panggilan video dibuatkan agenda yang memfasilitasi setiap partisipan berbicara. Seseorang mungkin memiliki karakter yang tidak bisa menyela pembicaraan orang, apalagi di arena virtual, akan lebih sulit bagi mereka. 

Bekerja dari rumah adalah segala sesuatu yang memiliki keterbatasan. Meski sudah didukung dengan peralatan canggih, namun masalah teknis seperti internet terputus, laptop kehabisan daya, dan lainnya tidak bisa dihindari. Jika masalah tersebut terjadi, istirahatkan diri Anda sejenak dan tidak membesar-besarkan masalah tersebut. 

Ada kalanya Anda harus mewajarkan kesalahan-kesalahan teknis yang terjadi ketika melakukan rapat melalui platform video konferensi.

Sumber Tek.id

banner 120x600
  • Bagikan